Sabtu, 02 Juli 2011

Be Spotless

Be Spotless
(Tak Bernoda)
(2 Petrus 3 : 14)


Pemberitaan tentang kedatangan Tuhan  untuk menjemput gerejaNya sudah sering kali kita dengar , dan memang tidak ada alasan bagi kita untuk tidak percaya karena kalau sebagian besar nubuatan-nubuatan yang ada di Alkitab sudah digenapi dengan sempurna  maka percayalah nubuatan-nubuatan tentang kedatanganNya kelak pasti akan digenapi dengan sempurna juga.

Segala sesuatu yang sedang terjadi di dunia sekarang ini telah memperlihatkan kepada kita dengan begitu jelas tanda-tanda akan  kedatanganNya. Yang perlu kita ingat kelak Ketika  kedatanganNya kelak kita harus kedapatan tak bercacat dan tak bernoda.  Firman Tuhan didalam 2Pet 3:14 berkata untuk tidak kedapatan tak bercacat dan tak bernoda kita harus berusaha . 

Ada beberapa hal  yang perlu kita lakukan berkaitan dengan hal ini :

1.                 1.   Bertekun dalam iman sampai akhir . 2 kor 4:18
Bertekun dalam iman erat kaitannya dengan penderitaan, karena memang tidak ada  iman tanpa salib. Kitapun sangat tahu bahwa penderitaan yang kita alami itu bertujuan untuk membuat kita menjadi lebih baik, lebih kuat, dan lebih bersungguh-sunguh.  Dan sekalipun ada banyak penderitaan kita dituntut harus tetap setia sampai akhir, setia sampai saat kedatangan Yesus  kelak. Dengan kata lain sekali Yesus tetap Yesus didalam hidup kita. 

Sangatlah penting kenapa kita harus tetap setia sampai akhir, karena memang ada begitu banyak orang yang terpanggil tapi sedikit yang terpilih dan dari sedikit yang terpilih itu lebih sedikit lagi yang setia. (Why 17:14b)  

      2.   Memiliki Keteguhan hati. Yes 50:7b 
Seperti gunung batu yang kokoh , tidak mudah goyah demikianlah hati kita harus tetap percaya kepada Tuhan dalam segala keadaan, karena sesungguhnya Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.  Sama Seperti Yosua  yang harus selalu menguatkan dan meneguhkan hatinya ketika merebut tanah kanaan, karena sekalipun Tuhan sudah berjanji untuk memberikan negeri itu bagi mereka bukan berarti tidak ada peperangan yang harus dia hadapi.  Demikianlah dengan kita dalam kehidupan ini, kitapun akan  menghadapi banyak peperangan tapi percayalah sebagaimana Tuhan menyertai Musa dan Yosua demikianlah Dia berjanji akan menyertai kita sampai pada akhirnya. 

Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita dan Diapun tidak akan pernah meninggalkan kita. Hanya kita harus menguatkan dan meneguhkan hati kita.  Sebab itu kita harus membangun rumah rohani kita di atas dasar yang benar , di atas dasar  yang kokoh supaya kitapun bisa bertumbuh dengan benar dan menjadi dewasa. Hanya orang-orang dewasalah yang akan menikah dengan Dia didalam pesta perkawinan Anak Domba

Akan ada begitu banyak tawaran-tawaran dari dunia untuk mengorbankan kebenaran dan kekudusan demi mendapatkan kekayaan, keberhasilan, jabatan dan popularitas. Tanpa memiliki keteguhan hati, kita akan jatuh kedalam pencobaan dan fatal akibatnya.

3.                 3.   Tidak Tergoncangkan.  Ibr 12: 26-27
Bangsa-bangsa akan tergoncang,  kerajaan-kerajaan akan tergoncang bahkan segala sesuatu akan digoncangkan, tetapi ada tempat terbaik dimana kita tidak dapat digoncangkan yaitu jika kita tinggal di dalam Dia, ada dalam kerajaanNya. Oleh sebab itu untuk menghadapi  goncangan-goncangan yang melanda kita, yang harus kita lakukan adalah diam, menjadi tenang dan percaya. Firman Tuhan berkata kuasailah dirimu, jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa. Karena waktu kita tenang , berdiam diri dalam hadirat Tuhan maka hikmat Tuhan pasti turun, damai sejahtera pasti akan memenuhi hati dan pikiran kita sehingga kita akan mendapatkan jalan keluar .

Satu hal juga yang harus kita ingat adalah bahwa kita harus berpaut dan melekat  dengan Tuhan bukan hanya ketika ada goncangan tapi ketika keadaan kita kelihatan aman dan nyaman sekalipun kita harus tetap berpaut dengan Tuhan, seperti cerita kera dan angin. Terkadang kera bisa jatuh dari atas pohon bukan karena angin yang kencang  tapi karena angin yang sepoi-sepoi.

4.                  4.   Berharap hanya kepada Tuhan.  Mzr 121:1-2
Dia adalah Tuhan yang menyediakan segala hal dalam segala keadaan dan waktu, oleh sebab itu jangan pernah menyerah atas persoalan dan masalahmu. Percayalah pertolongan Tuhan pasti datang tidak pernah terlambat dan tepat pada waktunya.

Sadrakh, Mesakh dan Abednego telah membuktikan bahwa komitmen yang kuat terhadap Tuhan dan percaya dengan sungguh bahwa Tuhan sanggup melepaskan membuat mereka mengalami mujizat yang luar biasa. Terlebih lagi apa yang mereka harapkan bukan saja pertolongan secara fisik tetapi kehidupan kekal setelah kematian jasmani mereka. Oleh sebab itu kita harus tetap percaya dan selalu berharap padaNya.

Didalam usaha kita untuk menjadi tidak bernoda (spotless) sering kali kita gagal. Terkadang baju putih yang kita pakai ternoda. Noda oleh kebencian, iri hati, keserakahan, perzinahan dan banyak lagi perbuatan dosa kita. Tetapi ketahuilah pintu anugerah itu masih terbuka, kesempatan masih tersedia untuk kita berbalik kepada Dia.

Darah segar Tuhan Yesus masih tersedia untuk kita ketika kita mengakui dosa dan meminta pengampunan kepadaNya. Tuhan adalah setia dan adil. Jangan lagi mengingat hal-hal buruk yang pernah kita lakukan tetapi arahkan pandangan kita kedepan karena Tuhan mau membuat sesuatu yang baru didalam hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati. (APL)

Trustworthy

TRUSTWORTHY
(DAPAT DIPERCAYA)
LUK 19: 11-22

Dari pembacaan firman Tuhan ini, kita dapat belajar tentang bagaimana menjadi pengelola dan pengurus dari sesuatu yang dipercayakan kepada kita. Ada dua hal yang merupakan tipe dari setiap orang yang menentukan apakah kita dapat dapat melakukannya dengan baik atau tidak.
Tuhan menghendaki kita menjadi hamba-hamba yang dapat dipercaya dan dlm kebenaran ini hal dapat dipercaya berkaitan erat dengan menjadi pengelola dan pengurus yang baik.
Dan ada 2 tipe orang yang menjadi pengelola dan pengurus dalam kebenaran ini.

Tipe 1. TRUSTWORTHY (DAPAT DIPERCAYA)
ay. 16-17. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.  

Tipe 2. UNTRUSTWORTHY (TIDAK DAPAT DIPERCAYA)
ay. 20-22 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan……….,Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri…………

Untuk menjadi orang yang dapat dipercaya ditentukan oleh 2 hal :

1.Tanggung jawab.
    1.1 Tanggung jawab terhadap HIDUP yang sudah Tuhan beri.
1 Kor 6: 20. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.
Karena Tuhan sendiri yang telah membeli kita dan membayar segala hutang dosa kita dengan darahNya sendiri sehingga kita dapat memperoleh hidup yang kekal. Untuk itu kita harus bertanggung jawab terhadap hidup yang sudah Tuhan beri. Penting untuk kita sadari dan kita mengerti adalah ketika kita bilang bahwa kita percaya kepada Yesus Kristus Tuhan  maka otomatis kita menjadi milik Tuhan Yesus, dan dengan demikian kita tidak lagi menjadi penguasa atas diri kita tapi Yesuslah yang berkuasa sekaligus menjadi penguasa atas diri kita, makanya kita disebut hamba. Gal 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan aku lagi yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku . Dan hidup yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.

    1.2 Tanggung jawab terhadap KARUNIA yang sudah Tuhan beri.
                1 Pet 4: 10-11. Kita semua adalah pengurus dari kasih karunia Allah dan juga karunia-karunia lain yang sudah Ia berikan. Semua orang punya karunia untuk melayani Tuhan, oleh sebab itu sudah sepantasnya kita memakai setiap karunia untuk kemuliaan namaNya.

    1.3 Tanggung jawab terhadap PELAYANAN yang Tuhan percayakan.
                1 Kor 10:31. Setiap orang percaya mempunyai tugas yang harus dilakukan baik tugas pelayanan di rumah, tugas di tempat pekerjaan maupun tugas pelayanan di gereja. Pelayanan bukan saja yang ada kaitannya dengan gereja tapi pelayanan juga menyangkut pekerjaan kita di tempat kerja dan di rumah. Oleh sebab itu milikilah terus rasa kagum akan kebaikan Tuhan dan peliharalah pengharapan kita di dalam Dia sehingga kita tetap bergairah terhadap pelayanan yang sudah Tuhan percayakan.    

    1.4 Tanggung jawab terhadap OTORITAS yang Tuhan beri.
                Luk 19:13 ketika Tuhan memberikan tugas pada kita maka didalamnya ada otoritas yang menyertainya. Kita memang hamba tapi hamba yang disertai dengan otoritas dan kuasa yang besar karena kita memang bukan hamba sembarang hamba tapi kita adalah hamba dari Raja diatas segala raja dan kita patut bangga akan hal ini.
                Dan kenapa Kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang sudah Tuhan beri? Ayat 15 karena ada satu hari Dia akan meminta pertanggungjawaban dari kita. 2 Kor 5: 9-10

2. Kesetiaan untuk mengerjakan dengan baik apa yang sudah dipercayakan.
                Luk 12 : 42-43, Tuhan kehendaki kita menjadi hamba-hamba yang setia, karena Dia sendiri telah terlebih dulu membuktikan kesetiaanNya  dengan mati di kayu salib untuk kita. Kesetiaan punya hubungan yang erat dengan komitmen. Kita harus punya komitmen yang utuh di dalam Tuhan, komitmen ini yang akan membuat kita tetap setia senantiasa dan tetap hidup di bawah kendaliNya. Komitmen inilah yang akan membuat kita mampu berkata sekali Yesus tetap Yesus. Ingatlah dalam kebenaran ini berbicara tentang hamba. Persoalannya sekarang tidak lagi pada hamba atau bukan hamba karena pada dasarnya kita semua yang percaya kepada Dia adalah hambaNya tapi persoalanya adalah apakah ketika saat itu tiba kita akan disapa dengan sebutan : hai hamba yang baik dan setia atau sebaliknya kita akan disapa dengan sebutan hai hamba yang jahat dan malas. Keputusan ada pada kita untuk memilih. Satu hal yang pasti Tuhan menghendaki kita menjadi orang-orang yang TRUSTWORTHY 1 Kor 4:2.
Akhirnya Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang baik jadi sekiranya dihari-hari ini kita belum menjadi orang yang trustworthy dengan tidak bertanggung jawab dan tidak setia kepada Dia, maka kita masih punya kesempatan untuk membereskan segala sesuatu dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki selagi masih ada waktu karena waktu yang ada sangat cepat berlalu, bahkan kata pemazmur berlalunya buru-buru.  TUHAN YESUS MEMBERKATI  (APL)
                

Be Ready

BE READY

WAHYU 19 : 7 “MARILAH KITA BERSUKACITA DAN BERSORAK-SORAI, DAN MEMULIAKAN DIA! KARENA HARI PERKAWINAN ANAK DOMBA TELAH TIBA DAN PENGANTINNYA TELAH SIAP SEDIA”

     Semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus Tuhan pasti punya kerinduan untuk ada bersama-sama dengan Dia dalam perjamuan kawin anak domba, dimana disaat itu cuma ada sukacita, sorak-sorai dan penyembahan yang memuliakan namaNya . Dan saat saat dimana perjamuan kawin anak domba tiba sudah tidak lama lagi, (why 10:6) sudah tidak ada PENUNDAAN lagi karena tanda-tandanya sudah sangat jelas dan selaku pengantinNya kita harus BERSIAP SEDIA, karena hanya orang-orang yg siap, yang kedapatan tidak bercacat dan tidak bercela yang layak masuk dan turut bersukacita dengan Dia yang telah menjadi Raja. Persoalannya sekarang apakah kita sudah siap untuk menyambut Dia dan bertemu dengan Dia muka dengan muka? Untuk itu kita harus BERSIAP (BE READY). Dan  ada hal-hal yang harus kita perhatikan dalam merpersiapkan diri di hari-hari yang jahat ini, salah satunya BERWASPADA/BERJAGA-JAGA.
     
     Tuhan Yesus begitu sungguh-sungguh mengingatkan kita akan hidup yg berjaga-jaga (Mat 26:41), karena dalam kehidupan ini ada saja pencobaan yang bisa membuat kita jatuh karena kita akan diperhadapkan dengan pertempuran setiap hari ( Kol 3:5) yaitu pertempuran untuk mematikan segala kedagingan kita (hal-hal yang duniawi) karena Roh itu penurut ; daging lemah.  
     
     Kita harus berjaga-jaga karena memang kita punya lawan yg adalah musuh setiap orang percaya yaitu iblis dan dihari-hari yang jahat ini dia sedang berusaha keras dan bekerja segiat-giatnya dengan mengerahkan segala kemampuan dan kekuatan yang ada padanya untuk menghancurkan hidup orang percaya  betapa lebih kita yang mau hidup sungguh–sungguh dengan Tuhan. Mari kita sadari dan mengerti akan hal ini, bahwa Tuhan Yesus telah mengalahkan iblis dan kuasanya telah dipatahkan tapi dia belum menyerah. Bukti bahwa dia belum menyerah:

1.       Iblis telah turun dengan geramnya yang dasyat (Why 12:12)
Iblis tahu bahwa waktunya sudah sangat singkat sehingga di hari-hari yang jahat ini dia sedang  mengerahkan segala kekuatannya untuk mencapai tujuannya yaitu membawa sebanyak mungkin orang pada kebinasaan.
2.       Iblis sama seperti singa yg mengaum-ngaum (I Pet  5:8)
Tuhan serius mengingatkan kpd kita bahwa iblis sama seperti singa yang berjalan mengaum-ngaum bukan sama seperti semut sehingga kita tidak boleh memandang enteng kekuatan lawan tapi hendaklah kita senantiasa sadar dan berjaga-jaga.
    
     Untuk  itu yang harus kita lakukan di hari-hari ini adalah Ef 6: 11-13 , karena hanya dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah maka kita dapat bertahan sekaligus mengadakan perlawanan terhadap si jahat, gunakanlah perisai iman yaitu iman kepada Yesus Kristus Tuhan karena itulah yang dapat mengalahkan setiap panah api dari si jahat. 

     Hiduplah senantiasa dalam kebenaran dan kekudusan,  percayalah kuasa dari sorga mulia itu akan memampukan kita semua untuk keluar lebih dari pemenang. Akhirnya ketahuilah dan ingatlah bahwa waktuNya sudah sangat singkat, persiapkanlah dirimu karena tidak lama lagi Tuhan Yesus akan datang kembali untuk menjemput kita yang adalah pengantinNya.
HALELUYA………BE READY!!!!!!!! (APL).

Khotbah Topical

KHOTBAH TOP ICAL
(KHOTBAH POKOK)

Khotbah pokok ini dibangun atas suatu pokok/suatu topik tertentu yang diambil dari ayat-ayat yang terdapat dalam seluruh Alkitab dengan keterangan-keterangan lainnya. Tiap paragraf dari khotbah ini harus mempunyai hubungan langsung dengan pokok/topik.

Corak dari Khotbah pokok ini adalah : kesatuan, tekanan dan hubungan yang erat antara bagian-bagian pokok itu.

A.      KEUNTUNGANNYA
      1.  Khotbah pokok ini dapat mengemukakan suatu kebenaran dalam kesatuannya. Tiap kebenaran   firman Tuhan merupakan suatu kesatuan yang tak pernah bertentangan satu sama lain. Dengan cara ini pendengar dapat mengerti suatu pokok dengan jelas.
2.   Khotbah ini dikupas dari segala sudut, sehingga jemaat Tuhan bisa menerima makanan rohani dengan limpah.
3.   Khotbah ini meyakinkan jemaat Tuhan tentang kesatuan dari seluruh kitab-kitab  yang ada yang terdiri dari 66 kitab. Walaupun ditulis dalam berbagai masa, namun tetap merupakan satu kesatuan yang ajaib.
4.   Dengan cara khotbah seperti ini pangajaran dasar Alkitab dapat dipelajari dengan sempurna.
5.   Dengan cara khotbah ini kita dapat menyediakan makanan rohani yang berlainan sehingga jemaat tidak menjadi bosan.

B.  BAGAIMANA MEMPERSIAPKANNYA
Kita dapat menggunakan buku konkordansi, buku teks atau ayat-ayat referensi dalam Alkitab atau buku-buku yang membahas mengenai pokok tertentu.

Kita perlu menyusun khotbah pokok ini dengan pernyataan-pernyataan sebagai berikut :
1.    APA ?
2.    MENGAPA ?
3.    BAGAIMANA ?
4.    SIAPA ?
5.    DIMANA ?
6.    KAPAN ?
7.    APA AKIBATNYA ?

C.  CONTOH KHOTBAH POKOK

Topik / pokok : “Kelahiran Baru”, Yohanes 3:1-19

1.   Pendahuluan

Apakah itu “Kelahiran Baru?”
a.   Kelahiran Baru merupakan suatu “Keharusan yang dinyatakan karena,
-   Manusia harus mati
-   Manusia harus menghadap Allah
-   Manusia harus dilahirkan baru untuk mendapatkan keselamatan.
b.   Kelahiran Baru adalah ciptaan yang baru yang dikerjakan Kristus didalam kita.

2.   Mengapa Harus Dilahirkan Baru?
Nikodemus, mahaguru ilmu theologia di Yerusalem, walaupun seorang rohaniawan, tetapi harus dilahirkan baru, karena : (Yohanes 3:6)
a. Manusia yang hidup di dalam daging (manusia lama) tidak berkenan kepada Allah (Roma 8:8).
b. Manusia dalam rohnya sendiri sudah mati dalam dosa dan pelanggarannya (Efesus 2:1; 4:1).
c. Karena kita adalah warga Negara Kerajaan Sorga, kita harus hidup di dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17).

3.   Bagaimana Seseorang dapat Dilahirkan Baru?
a.  Oleh Firman Allah. Firman Allah itu bagaikan air yang membersihkan kita dari segala kenajisan dosa (yohanes 3:5; I Petrus 1:23; Yakobus 1:17; Efesus 5:26).
b.   Oleh Roh Allah yang menanamkan Firman Tuhan di dalam hati kita dan memberi kehidupan kepada kita, (Yohanes 3:5; 10:13,36; Efesus 1:13; Yohanes 7:38).
c.   Oleh percaya kepadakorban Kristus bahwa Dia telah mati ganti kita (Yohanes 3:14; II Korintus 5:21).
d.   Oleh percaya dan menerima Yesus kristus sebagai Anak Allah (Yohanes 1:12; 3:15; I Yohanes 5:11-12).

4.   Siapa yang perlu Dilahirkan Baru?
a.    Orang yang beragama, yang mempunyai moral yang tinggi seperti Nikodemus.
b.    Orang yang terpelajar seperti Paulus.
c.    Orang yang jahat dan rusak moralnya seperti pembunuh di atas kayu salib.
d.    Semua orang dari segala suku dan bangsa.

5.   Dimana Kelahiran Baru ini Bisa Terjadi?
a.   Kelahiran baru terjadi di atas muka bumi, bukan setelah kita meninggal.
b.   Kelahiran baru terjadi dimana-mana, dimana ada orang berdosa yang mau percaya kepada Injil Tuhan dan menerima Yesus kristus sebagai Juruselamatnya.

6.   Kapan Kelahiran Baru itu Terjadi?
a.   Waktu Allah itulah sekarang ini (II Koruintus 6:1-2; Amsal 27:1; Yohanes 4:14-15).
b.   Berbahaya bila ditunda (Ibrani 2:3).

7.   Akibat Kelahiran Baru
a.   Ciptaan baru (II Korintus 5:17).
b.   Kedudukan baru (Yesaya 62:2).
c.   Tugas kewajiban yang baru (Efesus 4:24; I Petrus 2:2).
d.   Ilham yang baru (Mazmur 40:2-3; Wahyu 5:9).
e.   Penyembahan yang baru (Yohanes 4:24).
f.    Tanah air yang baru (Wahyu 21:1; Yohanes 14:1-3; II Petrus 3:13).

Rabu, 22 Juni 2011

Homiletik - Bag 3

HOMILETIK
(Bagian 3)

  1. Ringkasan Khotbah
Dalam mempersiapkan khotbah, sebaiknya menggunakan type atau metode kerangka khotbah yang tertulis. Karena cara membuatnya lebih mdah dan cenderung tidak mendapatkan kemacetan saat berkhotbah. Seorang pengkhotbah akan mempunyai ruangan yang fleksibel dan pikirannya tetap terbuka terhadap inspirasi dan wahyu yang diberikan Roh Kudus ketika sementara berkhotbah. Dia mempunyai susunan khotbah yang rapi. Jika dia berdiri di hadapan jemaat, dia tidak akan dengan sengaja untuk lepas dari konsep khotbah.

Kerangka kohtbah yang tertulis ini sangat sesuai digunakan untuk mengajar dan berkhotbah. Dalam metode mengajar biasanya penuh dengan pokok-pokok bahasan sehingga memerlukan beberapa bentuk catatan. Tentu saja hal ini menyulitkan seorang guru untuk mengajar dengan banyak catatan. Oleh karena itu type kerangka khotbah tertulis adalah metode yang dapat diterapkan dan akan memudahkan.

Gunakan juga metode ini saat belajar, atau waktu kita merenungkan firman Tuhan. Seringlah berlatih menggunakan metode ini, sebab kita akan terbiasa untuk membuat catatan-catatan khotbah dan sangat menolong kita saat kita berdiri untuk berkhotbah. Hal ini juga menolong untuk mengarahkan pikiran kita didalam bentuk pola yang rapi. Selain itu membuat kita dapat berkhotbah dengan jelas dan sangat mudah untuk didengar.

G. TUJUH MACAM KHOTBAH

Dalam pelajaran ini akan dibahas tujuh macam khotbah yang berbeda.  Seorang hambah Tuhan harus terbiasa dengan setiap type ini, yang akan memberikan nilai tambah untuk pelayanannya dan membuat khotbahnya makin menarik bagi jemaat yang mendengarkannya minggu demi minggu. Cara ini akan menolongnya untuk dapat menyampaikan banyak hal mengenai kebenaran Firman Tuhan. Beberapa pelayanan hamba Tuhan dapat tercapai dengan kepandaian menggunakan metoda-metoda ini.

1.       Khotbah Textual (Khotbah Nats)
Khotbah ini biasanya berdasarkan atas satu ayat atau beberapa bagian ayat yang disebut “teks”. Kita akan memilih ayat-ayat mana yang mempunyai pernyataan yang sama. Kemudian kita menelitinya, menganalisa dan menemukan semua kebenaran itu dengan teratur dan bertahap sehingga memudahkan bagi para pendengar untuk memahaminya.

2.       Khotbah Topikal (Khotbah Pokok)

Disini seorang pengkhotbah bertujuan untuk memberikan sebuah topik yang khusus bagi jemaat. Contoh, kita ambil kata “dibenarkan”. Tujuannya adalah, pertama untuk menemukan sesuatu yang Firman Tuhan katakan mengenai persoalan ini.

Kemudian kita akan menyusun semua ayat-ayat referensi dan ide-ide yang berhubungan dengan topik tadi menjadi susunan yang rapi. Kemudian kita kembangkan atau kita kupas dari segala sudut, sehingga jemaat bisa menerima makanan rohani yang berlimpah.

Bila kita tidak dapat memberikannya dalam satu session mengajar, kita dapat menyiapkan pelajaran secara berseri tetapi tetap pada topik yang sama. Dengan cara ini akan menjamin untuk menjelaskan topik tersebut secara lengkap.

Untuk mempersiapkannya, kita dapat menggunakan buku konkordansi Alkitab. Dalam buku tersebut kita akan dapat dengan cepat menemukan ayat-ayat referensi yang berhubungan dengan topik tersebut.

3.       Khotbah Typical (Khotbah cerita suatu peristiwa)

Metode khotbah ini dimaksudkan untuk menemukan dan menyampaikan kebenaran Firman Tuhan yang tersembunyi dibalik peristiwa yang terjadi di Alkitab. Yang kita ceritakan adalah seseorang atau suatu peristiwa yang lalu disesuaikan maksud dan arti rohaninya dengan kehidupan yang dialami sekarang ini atau masa yang akan datang.

Contoh, perayaan Paskah Anak Domba dalam kitab Keluaran berbicara tentang nubuatan penebusan Kristus yang lengkap sebagai “Anak Domba Allah” (Yohanes 1:29). Dan peristiwa yang terjadi dalam Perjanjian Lama merupakan gambaran dan bayangan yang terjadi di masa yang akan datang (Ibrani 8:5; 10:1) “Didalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang…..”

“Hari sabat” dalam Perjanjian Lama juga merupakan bayangan dari sesuatu yang harus datang, sedang wujudnya adalah Kristus (Kolose 2:17). Menafsirkan dan menjelaskan peristiwa-peristiwa yang seperti ini merupakan tugas yang khusus, karena kemampuan seseorang diukur dari kedewasaan rohaninya dan mempunyai pengetahuan sehubungan dengan peristiwa-peristiwa dalam Alkitab.

Orang yang baru belajar berkhotbah sebaiknya menghindari untuk menafsirkan peristiwa-peristiwa yang arti rohaninya amat dalam, karena bila tidak mampu menafsirkan akan menyebabkan terjadinya bermacam-macam penafsiran yang tidak sesuai.

Penting sekali untuk mendalami dan meneliti seluruh pengetahuan Alkitab sebelum kita mencari penjelasan mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi untuk mengambil makna rohaninya.

Ketika kita pertama kali mencoba untuk berkhotbah atau mengajar menggunakan metode ini, ikutilah prinsip-prinsip berikut ini :

1.       Gunakan Metode yang Sederhana.
Ambillah peristiwa-peristiwa yang sederhana dan mudah kita cari makna rohaninya.

2.       Carilah penafsirannya secara Garis Besar.
Jangan mencoba untuk menafsirkan setiap peristiwa dengan terperinci sampai sekecil-kecilnya. Cukup carilah kebenarannya/makna rohaninya secara garis besar.

3.       Jangan Bersifat Dogmatis.
Hindari penafsiran secara dogmatis untuk mengambil makna rohaninya.

4.       Penjelasan secara Doktrin.
Jangan menjelaskannya berdasarkan doktrin kita, tetapi sebaliknya apa yang kita paparkan seharusnya menjelaskan doktrin.

5.       Mau Dikoreksi.
Kita harus mau dikoreksi bila salah menafsirkannya.

4.       Khotbah Expository (khotbah tafsiran)

Dengan metode ini, kita berusaha untuk mencari dan meneliti pengertian dan kebenaran yang terdapat dalam beberapa ayat atau satu pasal. Khotbah tafsiran terlebih dahulu mengemukakan inti pokoknya, kemudian menerangkan atau menafsirkan segala kebenaran yang terdapat di dalam ayat-ayat atau bagian-bagian dari tiap pasal.

Caranya dengan menafsirkan ayat demi ayat dan mencari kebenaran dalam ayat-ayat tersebut yang kata-katanya sering dilalaikan. Sehingga dengan khotbah tafsiran tidak ada kebenaran dalam Alkitab yang akan dilupakan (Kisah Rasul 20:27).

Dengan khotbah tafsiran kita akan menjelaskan pasal demi pasal yang terdapat dalam Alkitab. Seandainya, kita ambil satu pasal setiap minggu dan mengupas ayat demi ayat dengan mencari pengertian dan kebenarannya. Dengan cara ini akhirnya akan berkembang menjadi suatu pelajaran Alkitab yang dapat dilakukan selama beberapa minggu atau beberapa bulan.

Demikianlah, selama setahun jemaat kita akan menjadi terbiasa dengan setiap bagian Alkitab. Karena menyingkapkan seluruh kebenaran Allah yang ingin disampaikan kepada mereka untuk memperkaya dan memperlengkapi rohani mereka.

5.       Khotbah Biografi

Biografi adalah kesaksian pengalaman hidup seseorang. Jadi khotbah ini menceritakan dan mempelajari kehidupan dari bermacam-macam karakter yang kita temukan dalam Alkitab yang dapat memberi pelajaran rohani kepada jemaat. Kegagalan dan keberhasilan seseorang dapat memberi pedoman bagi kita.

Mempelajari karakter tokoh-tokoh dalam Alkitab seperti ini sangat menarik. Pilihlah tokoh yang mana yang akan kita khotbahkan. Carilah setiap referensi ayat-ayat dari orang tersebut kemudian catatlah peristiwa-peristiwa yang penting dalam hidupnya. Dari peristiwa-peristiwa yang penting itu, tariklah sifat-sifat yang khusus, yang baik maupun yang buruk. Kemudian tambahkan ide-ide yang ada dalam ingatan kita, lalu kita dapat rangkaikan secara kronologis yaitu urutan peristiwa yang mereka alami.

  Mempelajari kelahiran orang tersebut.
   Bagaimana latar belakangnya.
   Bagaimana hubungan pribadinya dengan Allah.
   Bagaimana reaksi sebagai pernyataan hubungannya dengan Allah.
   Apa yang dia pelajari dari hubungannya tersebut.
   Bila hidupnya berhasil dalam keberhasilan, apa yang membuatnya berhasil.
   Bila hidupnya berakhir dalam kegagalan, apa yang menyebabkannya.
   Apa yang dapat kita pelajari dari kehidupannya.

6.       Khotbah Analytical (Khotbah Analisa)

Type khotbah ini adalah dengan menganalisa secara terperinci setiap persoalan untuk mengutip kebenaran-kebanaran yang sebanyak-banyaknya. Dari kebenaran ini, kita dapat mengajarkan prinsip-prinsip yang saling berkaitan.

7.       Khotbah Allegorical (Khotbah Alegori)

Banyak pengajaran-pengajaran dari Yesus dalam bentuk alegori atau parabel. Dia mengajarkan suatu kebenaran dengan mengambil kasus atau peristiwa yang serupa. Demikian juga para penulis Alkitab juga sering menggunakan contoh-contoh kehidupan untuk mengajarkan kebenaran secara rohani. Khotbah Alegori ini berusaha menceritakan kebenaran yang terkandung dalam suatu parabel.

Homiletik - Bag 2

HOMILETIK
(Bagian 2)

2.       Merasa Cukup Dengan Kemampuan Secara manusia.

Kesalahan yang kedua, berpendapat bahwa tidak perlu bergantung kepada Roh Kudus saat kita mempersiapkan khotbah. Tetapi cukup bergantung kepada kemampuan diri sendiri dengan cara berlatih berkhotbah dan mengembangkan kemampuan alaminya. Latihan berkhotbah memang dapat membuat khotbah menjadi sangat menarik dan meyakinkan. Walau bagaimanapun juga, hanya melalui pengurapan Roh Kudus khotbah kita dapat membawa pesan Allah kepada orang yang mendengarkannya. Dengan pengurapan ini membuat pelayanan menjadi berkenan kepada Tuhan.

3.       Dengan Homiletik Saja Merasa Cukup untuk Berkhotbah.

Kalau para pengkhotabh mengerti prinsip-prinsip mengenai homiletik, mereka akan dapat menyusun ide-ide yang mereka dapatkan dan dengan cepat mempersiapkan pesan-pesan dan khotbah-khotbah dengan efekti. Bagaimanapun juga homiletik bukan merupakan metode yang cepat dan sederhana untuk memperoleh pesan-pesan khotbah, tetapi yang terpenting adalah kita memerlukan persiapan dan belajar dengan tekun. Cara ini hanya untuk mempermudah kita menyusun konsep menjadi pesan-pesan khotbah yang akan mempermudah pendengar-pendengar kita untuk dapat mengikuti dan mengerti.

4.       Hanya Pengetahuan yang Logis dari Homiletik yang Diperlukan.

Suatu khotbah atau pesan mungkin baik bila dipersiapkan sebelumnya tetapi tetap masih kurang berkualitas untuk membuatnya menjadi efektif dan produktif. Homiletik dilihat dari sisi manusia adalah khotbah yang dipersiapkan tetapi tetap memerlukan aspek keIlahian. Kenyataannya, tanpa hal ini khotbah kita tidak berkuasa untuk mengubah seseorang. Banyak yang pandai berbicara, tetapi kurang bergantung kepada pertolongan Roh Kudus dan pengurapanNya yang membuat pelayanan kita dapat mempengaruhi dan mengubah kehidupan manusia.

C. BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSIAPAN KHOTBAH.

• Siapakah yang akan mendengar khotbah kita?
• Sasaran apa yang akan kita capai?
• Kemungkinan ada siapa di sana?
• Apakah ada ciri-ciri (keistimewaan) dan prasyaratan khusus?

D. 6 KATEGORI KHOTBAH.

  1. Penginjilan, ditekankan kepada keselamatan dan kesembuhan.
  2. Ibadah, mengilhami seseorang dalam kasih mereka kepada Allah.
  3. Penggembalaan, berhubungan dengan persoalan kesejahteraan jiwa mereka.
  4. Doktrin, membangun orang-orang percaya dalam iman mereka.
  5. Etika, menekankan prinsip-prinsip dan kehidupan orang-orang kristen secara etika.
  6. Kejadian-kejadian khusus, perkawinan, pemakaman, baptisan, dll.

E. 4 KAWASAN HOMILETIK.
Ada 4 kawasan utama yang menjadi perhatian homiletik.

1.       KONSEP

Untuk membuat suatu khotbah, kita perlu membuat suatu konsep khotbah, dengan menggunakan ilmu Homiletik. Dan konsep ini diperlukan untuk membuat suatu thema khotbah. Untuk mendapatkan konsep ini kita harus merenungkan firman Tuhan dan dengan pertolongan Roh Kudus untuk mengetahui kebenaran apa yang akan didapatkan dari kebenaran firmanNya, penting sekali hati kita benar dihadapan Tuhan. Firman yang kita dapatkan itu seperti kita menemukan bongkahan emas, hati kita dipenuhi dengan sukacita dan firman itu begitu jelas bagi kita.

2.       KOMPISISI (SUSUNAN)

Setelah kita mendapat thema tadi, sekarang kita mulai menganalisanya, dan menyusun setiap ide yang timbul dalam ingatan kita. Dan ide –ide harus berada dalam jalur thema tadi, kemudian kita tuliskan. Tidak usah mempermasalahkan susunan dan kerapiannya, kita cukup menuliskan saja ide-ide apa yang timbul, sehingga kita yakin bahwa kita telah mendapatkan suatu susunan khotbah walaupun belum tersusun rapi.

3.       KONSTRUKSI (BANGUNAN)

Setelah kita menganalisa materi-materi tersebut secara mendalam dan mendaftar setiap kebenaran yang kita temukan, kita sekarang mulai merangkai/menyusun ide-ide tersebut secara teratur. Hal ini penting kita lakukan supaya kita dapat melanjutkan berdoa dengan sungguh-sungguh untuk mempertimbangkan sasaran-sasaran lain.

Kita urutkan, kelompokkan thema-thema yang sama supaya memudahkan kita untuk menyampaikan khotbah kepada orang lain. Cara pengembangan seperti ini juga akan memudahkan orang lain untuk mengikuti jalan pikiran kita.

Bangunan khotbah ini bertujuan untuk membuat khotbah menjadi sederhana dan memudahkan para pendengar. Bangunan khotbah ini juga merupakan intisari khotbah yang sangat penting bagi para pebgkhotbah untuk mengembangkannya.

4.       KOMUNIKASI (HUBUNGAN PENYAMPAIAN)

Setelah susunan khotbah sudah selesai kita kerjakan, kita tinggal menyampaikan kebenaran firman tersebut.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan khotbah.

      Bagaimana untuk menyampaikan pokok-pokok persoalan kita agar menarik hati para pendengar.
      Bagaimana untuk mengembangkan pikiran kita pada persoalan yang tepat sehingga para    pendengar dapat mengikuti garis kebenaran yang kita cari untuk disampaikan.
      Bagaimana untuk motivasi para pendengar untukmelakukan firman yang didengarnya. “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja” (Yakobus 1:22).


F. TIGA TYPE UNTUK MEMPERSIAPKAN KHOTBAH.

  1. Khotbah yang tertulis

Metode ini menuntut banyak waktu dalam mempersiapkan khotbah, karena setiap ide harus dituliskan dalam sebuah buku. Yang membutuhkan perhatian yang khusus dan secara terperinci menggunakan susunan kalimat dan kata-kata yang tepat. Oleh karena itu seorang pengkhotbah harus benar-benar mengetahui apa yang harus disampaikan dan bagaimana cara penyampaiannya. Ada keuntungan dan kerugian dalam menggunakan metode ini. Keuntungan adalah, seluruh isi khotbah sudah ditulis dengan terperinci dan hati-hati. Seorang pengkhotbah dapat menyampaikan dengan lengkap dan luas.

Kerugiannya adalah cara penyampaian khotbah ini sering kali membosankan para pendengar, karena cara penyampaiannya seringkali berlawanan sehingga menjadi tidak menarik dan sulit ditangkap.

  1. Kerangka Khotbah yang Tertulis

Metode seperti ini umum digunakan, dan merupakan cara yang paling efektif. Caranya adalah dengan membuat garis besar khotbah secara singkat, yang disebut “Kerangka Khotbah”.

Kerangka khotbah ini terdiri dari bagian-bagian yang terangkai seperti kerangka tubuh kita sehingga memberikan bentuk dan susunan khotbah yang ingin disampaikan oleh pengkhotbah. Dengan metode ini membuat seorang pengkhotbah sangat fleksibel karena tidak terikat pada catatan khotbahnya. Lebih leluasa memberikan tempat pada Roh Kudus untuk mewahyukan apa yang akan disampaikan. Penyampaiannya sangat spontan dan menarik dan lebih mudah ditangkap oleh pendengar.

  1. Khotbah Inspirasi  

Type khotbah ini spontan yang muncul pada saat berkhotbah,karena khotbah ini tidak tertulis. Oleh karena itu seorang pengkhotbah harus mempersiapkan setiap ide/pemikiran yang akan disampaikan ke dalam hati dan pikiran.

Cara khotbah seperti ini efektif sekali bial digunakan sebagai khotbah penginjilan. Khotbah seperti ini akan sangat menarik bila disampaikan oleh pengkhotbah yang diurapi dan berpengalaman. Karena khotbah ini keluar dari hati seringkali melibatkan emosi yang tinggi. Oleh karena itu emosi harus seimbang dan tetap terkontrol oleh pikiran.

Ada 2 kelemahan dalam menggunakan metode khotbah seperti ini.
1.       Seringkali kurang memuaskan, karena roh dan jiwa pendengar tidak dapat dipulihkan.
2.       Cara penyampaiannya seringkali menjadi over emosi dan menjadi irasional dan kurang meyakinkan.

bersambung ke Homiletik - Bag 3

Homiletik - Bag 1

HOMILETIK
(Bagian 1)

Berkhotbah tentang firman Tuhan merupakan suatu hak istimewa dan tanggung jawab yang besar karena Allah mempercayakan perkataanNya kepada seseorang. Bagi mereka yang merasa tidak mampu berkhotbah (orang bodoh, I Korintus 1:21), Allah menyatakan kehendakNya atau diriNya sendiri dengan perantaraan pribadi manusia. Melalui pengenalan kepada Allah akan membawa seseorang kepada keselamatan kekal melalui iman didalam Yesus Kristus yang akan mengubah mereka menjadi serupa dengan gambaran dan teladan Allah (II Korintus 3:18).

Pelajaran ini berisi tentang prinsip-prinsip dasar yang sederhana untuk berkhotbah, yang ditujukan terutama bagi para pemimpin gereja yang membutuhkan latihan untuk membangun kemampuan mereka yang terpendam.

Pada umumnya banyak hambah-hambah Tuhan dan pemimpin-pemimpin gereja tidak pernah mempunyai kesempatan untuk dilatih secara formal dalam ilmu berkhotbah ini, karena pada dasarnya mereka memiliki kemampuan dan keahlian yang sebagian besar belum dikembangkan.

A.  APAKAH HOMILETIK?
Ilmu berkhotbah yang disebut “Homiletik” berasal dari kata Grika “homileo” dan “homilia” yang berarti “percakapan atau pembicaraan yang membawa suatu pengertian” (Kisah 20:11). “Setelah kembali di ruangan atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan, habis makan masih lama lagi ia berbicara (berkhotbah atau homileo) sampai fajar menyingsing”

Homiletik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana menyampaikan khotbah. Khotnah yang berhasil diperoleh dari hubungan dan persekutuan yang erat dengan Tuhan.

Ada dua aspek yang berhubungan dengan ilmu berkhotbah.
1.       Bersifat Keilahian
2.       Bersifat Manusia
Neh 8:9  Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.
               
Homiletik adalah ilmu yang mempelajari aspek tentang manusia, “BAGAIMANA BERKHOTBAH DENGAN EFEKTIF”.

Homelitik adalah ilmu untuk mengajar kita berkhotbah atau menyampaikan kebenaran Allah melalui pribadi manusia. Bagi seorang pengkhotbah yang terpenting adalah dapat mencapai kehendak Allah dan dapat menyampaikan kebenaran wahyu yang diberikan Allah secara efektif kepada jemaat Tuhan.

Supaya dapat melakukan tugas ini dengan efektif, kita harus belajar dari pengalaman hambah-hambah Tuhan yang lain.

  1. Menunggu dalam hadirat Allah.

Pertama, seorang pengkhotbah harus belajar bagaimana berada dalam hadirat Allah untuk memahami suara Allah yang berbicara di dalam roh kita.

Setiap khotbah yang bermanfaat bersumber dari hati dan pikiran Allah yang merupakan kebenaran, Allah adalah sumber dari seluruh pengetahuan kita dalam berkhotbah. Tugas yang pertama dari seorang pengkhotbah supaya dapat berhasil dengan efektif adalah belajar untuk menerima pikiran-pikiran Allah. Tidak semua orang dapat mendengar suara Allah dengan jelas. Bila kita menerima kebenaran Allah maka kebenaran itu akan meresap perlahan-lahan masuk ke dalam roh kita seperti embun di pagi hari. Seorang calon pengkhotbah juga harus belajar menunggu dalam hadirat Allah. Dia akan menerima pikiran dan kebenaran-kebenaran Allah yang berharga yang selalu ingin dibagikan kepada siapa saja yang mencari Dia dengan sungguh-sungguh. Bila kita terbiasa untuk selalu menyediakan waktu setiap hari untuk masuk ke dalam hadirat Allah dan menunggu dengan tenang di hadapanNya, kita akan segera mempelajari bagaimana untuk mendengar suara Allah yang berbicara di dalam roh kita.

Kita masuk  ke dalam hadirat Allah tidak hanya untuk “mendapatkan suatu khotbah” saja, tetapi yang terutama adalah supaya kita dengan rendah hati menerima nasihat dan pewahyuan mempersiapkan khotbah untuk esok hari, tentunya ini bukan merupakan sikap hati yang benar untuk dapat menerima wahyu dari Allah (Kebenaran Allah). Kita seharusnya membiarkan kebenaran firman itu mengubah kehidupan kita sebelum kita membagikannya kepada orang lain.

  1. Mempelajari Alkitab

Sebaiknya, seorang pengkhotbah datang di hadapan Allah dengan Alkitab yang terbuka, dengan ketenangan dan kesabaran menunggu untuk mendapatkan pewahyuan atas firmanNya. Kita harus sungguh-sungguh berdoa untuk mendapatkan nasehat, hikmat dan perintah Tuhan melalui firmanNya. Bukalah Alkitab kita dan bacalah pada waktu kita berada di hadiratNya.

Perlu juga untuk mengikuti pola membaca alkitab secara teratur, dan lakukanlah mulai hari ini. Cara ini menolong kita supaya kita tidak membaca Alkitab dengan tidak terarah, yang akhirnya mengabaikan ayat-ayat yang indah. Dan yang terpenting adalah kita harus peka terhadap suara Roh Kudus yang berbicara melalui pembacaan firman Tuhan.

  1. Siapkan sebuah buku catatan 

Buku catatan ini berguna untuk mencatat ide-ide yang muncul dalam pikiran kita pada saat kita menanti di hadapan Tuhan. Bila ide-ide tersebut tidak segera dicatat, maka akan mudah terlupakan. Ide-ide tersebut bisa berupa ayat-ayat yang terlintas saat kita berdoa dalam hadirat Allah. Bila ayat-ayat tersebut ditujukan untuk diri kita sendiri, lakukanlah sejauh kita dapat melakukannnya dan tuliskanlah. Kita akan segera mendapatkan sumber yang bagus sebagai materi khotbah. Bacalah apa yang sudah kita tuliskan tadi setiap saat. Maka ayat-ayat firman itu akan melekat dalam hati kita. Lalu kita akan mendapat beberapa thema yang akan mengisi pikiran kita dan akan terus berkembang sementara kita merenungkannya.

Biasakan untuk berbicara kepada Tuhan mengenai firmanNya. Bila ada sesuatu yang tidak kita mengerti, bertanyalah kepada Roh Kudus untuk menyatakan pengertiannya. Bertanyalah terus sampai di wahyukan dalam roh kita (Efesus 1:17). Kemudian kita belajar menanti dengan tenang dan sabar dihadapan Allah sampai Dia memberikan jawaban dengan lembut dalam roh kita. Setelah kita mendapatkan jawaban tersebut, catatlah dalam buku, jangan hanya diingat saja.

  1. Dibersihkan Melalui Firman Tuhan / Diberi Makan 

Pada waktu kita mempersiapkan khotbah, hindarilah untuk menggunakan kemampuan akal pikiran kita tanpa bergantung kepada Allah, dengan tujuan supaya khotbah kita dapat membakar rohani seseorang. Akuilah kebutuhan hati kita kepada Allah untuk diubahkan melalui firmanNya dan oleh RohNya yang mencuci dan membersihkan kita.

Kita juga harus memberi makan jiwa kita. Seringkali seseorang pengkhotbah atau hambah Tuhan jatuh kedalam perangkap ini. Mereka hanya bertujuan untuk menyimpan makanan untuk jemaatnya, sedangkan kesejahteraan rohani mereka sendiri diabaikan. Salah satu resiko dalam pelayanan, dinyatakan didalam Kidung Agung 1:6.  “…. Aku dijadikan mereka penjaga anggur, kebun anggurku sendiri tidak kujaga”.

Hal ini merupakan salah satu alasan yang tepat bahwa banyak pelayan-pelayan Tuhan yang mengalami kegagalan atau tidak dapat menghasilkan apa-apa dengan mengabaikan kehidupan rohaninya sendiri. Biarlah firman Allah berakar dalam hati dan roh kita dan bertumbuh dengan kuat dalam kehidupan pribadi dan pengalaman kita. Dan pada saat kita berkhotbah, kita berkhotbah bukan berdasarkan teori, tetapi berdasarkan apa yang kita alami dan kita terima dari Tuhan.

Ayat berikut ini mengajarkan kita, “Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya” (II Timotius 2:6). Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai (di dalam rohani kita) haruslah kita yang pertama menikmati (pengalaman kita) sebelum memberi makan orang lain. Bila kita tidak makan terlebih dahulu, tentu kita tidak akan memberi makan orang lain. Kita tidak akan mencoba menuntun orang lain menyusuri jalan-jalan yang sempit (kecil) kalau kita tidak pernah melaluinya. Firman Allah yang merubah kehidupan kita itu akan menjadi pesan-pesan Allah untuk jemaat kita. Kita tidak akan menjadi seorang yang hanya menyampaikan khotbah, tetapi menjadi orang yang hidupnya untuk melayani, memberkati dan menguatkan orang-orang yang mengenal dan mendengarkan kita.

B. BEBERAPA PENDAPAT YANG SALAH MENGENAI HOMILETIK.

Ada 4 kesalahan yang sering dilakukan orang-orang dalam menghargai Homiletik.

1.       Mempersiapkan Dianggap Tidak Berguna / Sia-sia  

Ada pendapat yang mengatakan bahwa mempersiapkan sesuatu yang tidak berguna itu menunjukkan bahwa kita kurang beriman. Pendapat seperti ini tidak benar. Artinya, bila seorang mempunyai pendapat seperti ini, ia berpikir bahwa tidak perlu untuk mempersiapkan khotbah sebelumnya, karena ia cukup bergantung pada imannya. Bahwa Allah akan menyediakan perkataan dalam mulutnya pada saat ia berdiri untuk berkhotbah.

Dalam Mazmur 81: 11 dikatakan, ‘….bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh”. Ayat ini bukan mengatakan bahwa kita tidak perlu melakukan apa-apa dalam berkhotbah. Tetapi bila seseorang mengambil ayat ini sebagai standar dalam berkhotbah maka type orang semacam ini dinamakan sikap yang tidak bertanggung jawab dan dibuat-buat. Dan kata-kata yang diucapkannya disebut dengan perkataan omong kosong. Janganlah kita sembrono dalam berkata-kata karena setiap kata-kata kita dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Tetapi bila Allah menyuruh kita menyampaikan sesuatu saat berkhotbah, jangan kita ragu-ragu untuk mengatakannya.

bersambung ke Homiletik - Bag 2